Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus – Di balik hamparan hijau kebun kopi yang membentang di Kecamatan Gisting, tersimpan kisah perjuangan para petani transmigran yang merajut mimpi di tanah baru. Mayoritas petani di wilayah ini merupakan keturunan transmigran dari Pulau Jawa, yang sejak lama menjadikan kopi sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.
Salah satu warisan budaya yang masih lestari di tengah masyarakat adalah tradisi Kopi Cokot. Tidak sekadar minuman, Kopi Cokot di Gisting memiliki makna mendalam. Cara menikmatinya yang khas—menyeruput kopi pahit tanpa gula lalu menggigit potongan kecil gula aren—menggambarkan filosofi hidup para transmigran. Ada kepahitan perjuangan, namun juga manisnya harapan akan masa depan yang lebih baik.
Lebih dari sekadar kopi, petani di Gisting telah lama mengembangkan sistem pertanian yang beragam dan berkelanjutan. Di sela-sela pohon kopi, mereka menanam tanaman peneduh seperti pala, alpukat, jengkol, pete, cengkeh, dan kemiri. Selain berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem, keberagaman tanaman ini juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani. Tak hanya itu, usaha hortikultura seperti cabai rawit merah, cabai merah keriting, buncis, dan kacang panjang, serta produksi gula aren, semakin memperkuat ketahanan ekonomi mereka.
Di tengah dinamika kehidupan pertanian, ALKO Lampung hadir sebagai mitra strategis yang berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan pendekatan berbasis komunitas dan inovasi digital, ALKO Lampung mendorong praktik pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Selain mendukung pengolahan pascapanen, ALKO juga berupaya memperluas akses pasar bagi para petani kopi di Gisting, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Keberadaan kelompok tani di Gisting menjadi wadah penting bagi para petani untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan strategi dalam mengelola hasil bumi. Kolaborasi ini memperkuat nilai-nilai gotong royong yang telah diwariskan sejak zaman nenek moyang. Dalam setiap cangkir Kopi Cokot yang disajikan, tersimpan kisah perjuangan, harapan, dan kecintaan terhadap tanah baru yang mereka bangun dengan penuh ketekunan.
Bagi masyarakat Gisting, kopi bukan sekadar minuman, melainkan simbol identitas dan semangat juang. Dengan hadirnya ALKO Lampung sebagai mitra, petani kini memiliki harapan baru untuk meningkatkan kualitas hidup dan menjadikan kopi Gisting semakin dikenal luas. Melalui inovasi dan kolaborasi, masa depan yang lebih cerah bagi petani kopi di Tanggamus bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah kenyataan yang terus dirajut dengan kerja keras dan kebersamaan.