Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Gelar RAT 2023–2024: Evaluasi Kinerja dan Pemantapan Program Kerja 2025

Admin Alko | 18/04/2025


Kerinci, 17 April 2025 – Dalam semangat memperkuat sinergi petani kopi dan mendorong tata kelola koperasi yang transparan, Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Int (Perkumpulan Petani Kopi Alam Korintji) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk periode 2023–2024. Acara ini berlangsung pada Rabu, 17 April 2025, di Kerinci, dan menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja satu tahun terakhir sekaligus merancang program strategis menghadapi tahun 2025.

RAT ini merupakan bagian dari agenda tahunan koperasi yang bertujuan memastikan akuntabilitas dan keterlibatan aktif anggota dalam proses pengambilan keputusan. Dengan tema besar “Memantapkan Peran Koperasi dalam Meningkatkan Daya Saing dan Kesejahteraan Petani Kopi,” RAT tahun ini mengangkat dua agenda utama: Pelaporan Tahun 2024 dan Perencanaan Program Kerja 2025.

Evaluasi Kinerja Tahun 2024

RAT diawali dengan pemaparan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas koperasi yang disampaikan oleh PJ Ketua Koperasi Puputsari Puspita, SH atas pelaksanaan program kerja, keuangan, dan kegiatan kemitraan selama tahun 2024. Ketua Koperasi, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan koperasi mempertahankan stabilitas produksi dan penjualan meskipun menghadapi tantangan global seperti fluktuasi harga kopi dunia, perubahan iklim, dan regulasi ekspor yang semakin ketat, termasuk adaptasi terhadap European Union Deforestation Regulation (EUDR).

“Alhamdulillah, berkat kerja keras para anggota, pengurus, dan dukungan mitra, koperasi kita masih mampu menjaga kualitas produksi dan memperluas pasar ekspor, khususnya ke Eropa, Jepang, dan Maroko. Tahun ini, kita berhasil mengekspor lebih dari 60% kopi specialty dan mempertahankan relasi dagang dengan buyer utama dari Amerika, Inggris, Belanda, Jepang, Dubai, dan Maroko,” ujar Ketua Koperasi dalam laporannya.

Selain aspek penjualan, laporan juga menyoroti peningkatan partisipasi anggota saat ini mencapai 9.181 petani kopi baik arabika maupun robusta dan 3.250 petani non-kopi yang tersebar di beberapa provinsi produksi kopi di Indonesia. Dijelaskan juga bahwa titik penting keberlanjutan adalah adanya peningkatan penanaman atau perluasan lahan tanam, adanya peningkatan peserta kegiatan program pelatihan budidaya berkelanjutan, perencanaan sertifikasi organik, dan pelaksanaan traceability berbasis digital yang menjadi syarat ekspor kopi berkelanjutan serta pembuatan rekening khusus untuk seluruh anggota koperasi dalam satu bank nasional yang sedang berjalan. Disampaikan juga bahwa tingkat penggunaan aktif di aplikasi traceability blockchain kopi ALKO juga meningkat 45% menjadi 2.750 petani kopi aktif pengguna. Target di 2025, koperasi akan terus mengembangkan cabang produksi di beberapa daerah lainnya di Indonesia dan juga akan memulai mengembangkan sektor hilir dengan membuka beberapa storage produk kopi di pusat-pusat kota besar di Indonesia dan global. Dalam waktu dekat akan membuka di Jakarta berupa ALKO Sentral Storage, untuk pasar luar negeri setelah memiliki representatif storage di Osaka, London, dan Norwegia, selanjutnya akan membuka storage afiliasi di Dubai untuk intervensi pasar Timur Tengah. Pengembangan di sektor hilir dan menjadikan ALKO sebagai perusahaan menuju go publik juga akan dimulai tahun 2025.

Tim pengawas dan pembina koperasi, Bapak Suryono, juga menyampaikan hasil audit internal yang menunjukkan pengelolaan keuangan koperasi dilakukan secara tertib, transparan, dan akuntabel. Pemanfaatan hasil usaha tahun 2025 harus bisa dioptimalkan untuk segera mempercepat pembuatan rekening seluruh anggota aktif koperasi agar penyaluran SHU selanjutnya bisa diberikan langsung kepada petani secara payroll.

Penyampaian tanggapan Pembina Koperasi ALKO, Buk Risa Bhinekawati, SE, MBA, Ph.D, yang datang menghadiri RAT mengatakan program pengembangan usaha juga menunjukkan progres yang terus tumbuh dan dikenal secara global sebagai satu gerakan bisnis sosial yang keterlibatan petani cukup besar dan melakukan pemberdayaan tingkat petani serta konsisten melakukan kegiatan peduli lingkungan, penanaman pohon, pemberian beasiswa, dan pemberian asuransi kesehatan kepada petani. Pengembangan promosi Koperasi ALKO sudah tembus pasar global dan tetap memperhatikan pola ekonomi yang berbasis syariah dan berkeadilan.

Laporan tersebut diapresiasi oleh para anggota dan dinyatakan diterima secara musyawarah mufakat. Beberapa perwakilan komunitas yang ikut dalam RAT juga memberikan pandangan yang positif.

Tantangan dan Inovasi

Dalam sesi diskusi terbuka, para anggota koperasi menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari akses pupuk dan bibit unggul, penurunan produktivitas lahan tua, hingga kebutuhan penguatan kelembagaan kelompok tani dan permodalan. Salah satu petani senior dari Kayu Aro mengusulkan agar koperasi fokus pada program regenerasi kebun, pembuatan pembibitan dan peremajaan tanaman kopi dengan melibatkan anak-anak muda petani.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Koperasi menjelaskan bahwa tahun 2025 koperasi akan fokus pada tiga pilar strategis: Regenerasi Petani, Digitalisasi Rantai Pasok, dan Penguatan Rantai Nilai Lokal. “Kita ingin menjadikan koperasi sebagai rumah besar inovasi petani. Program-program seperti pembibitan kopi unggul, pelatihan agronomi, hingga pelibatan generasi muda akan menjadi prioritas. Kita juga sedang menjajaki kerja sama dengan platform Qhiting Blockchain untuk pengembangan sistem traceability dan pemenuhan syarat EUDR,” jelasnya.

Selain itu, dibahas pula pentingnya koperasi memiliki cadangan modal yang memadai untuk membeli hasil panen petani dengan harga stabil, terutama saat musim panen raya. Usulan pembentukan Dana Cadangan Koperasi dan penguatan unit usaha simpan pinjam turut mendapat sorotan dalam diskusi tersebut.

Perencanaan Program Kerja 2025

Sesi kedua RAT membahas rancangan program kerja tahun 2025. Beberapa program prioritas yang disepakati antara lain:

  1. Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola

    • Pelatihan manajemen koperasi untuk pengurus dan staf lapangan.

    • Revisi AD/ART agar sesuai dengan perkembangan regulasi dan kebutuhan anggota.

    • Peningkatan partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan dan monitoring program.

  2. Pengembangan Produk dan Diversifikasi Pasar

    • Penambahan varian produk kopi kemasan premium.

    • Penetrasi pasar lokal dan nasional melalui kolaborasi dengan UMKM dan marketplace.

    • Eksplorasi pasar baru di wilayah Skandinavia dan Korea Selatan.

  3. Sertifikasi dan Sistem Ketelusuran

    • Peningkatan cakupan lahan bersertifikat organik.

    • Pelatihan budidaya dan traceability untuk seluruh anggota.

    • Implementasi sistem traceability berbasis Qhiting Blockchain.

    • Pelatihan audit internal dan pencatatan digital bagi petani.

  4. Peremajaan Kebun dan Adaptasi Iklim

    • Pembagian bibit kopi unggul dan tanaman peneduh.

    • Pelatihan teknik budidaya adaptif terhadap perubahan iklim.

    • Pembangunan sistem irigasi sederhana dan pemanfaatan pupuk organik lokal.

  5. Program Petani Muda dan Inklusi Gender

    • Pendirian Sekolah Lapang Petani Muda berbasis keterampilan digital.

    • Pelibatan kelompok perempuan dalam pengolahan pasca panen dan pemasaran.

    • Penyediaan akses pembiayaan mikro berbasis koperasi.

  6. Penambahan Anggota Koperasi

    • Penambahan anggota aktif di provinsi produksi kopi di Indonesia dengan tetap menekankan prinsip ekosistem.

Program-program ini disusun dengan mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi standar baru dalam perdagangan kopi global.

Penutup: Koperasi sebagai Pilar Kedaulatan Petani

RAT Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Int ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan program kerja 2025 serta penyerahan simbolis dokumen laporan tahunan kepada seluruh anggota. Para peserta RAT juga mengadakan sesi foto bersama dan menikmati sajian kopi hasil produksi koperasi.

Melalui kegiatan ini, koperasi menegaskan kembali perannya sebagai pilar kedaulatan ekonomi petani, pusat inovasi lokal, dan aktor penting dalam mewujudkan keadilan dalam rantai nilai kopi.

Dengan semangat gotong royong dan visi jangka panjang, Koperasi Produsen Petani Alam Korintji INT (ALKO) bertekad menjadikan tahun 2025 sebagai tahun akselerasi kualitas, digitalisasi sistem, dan peningkatan kesejahteraan petani kopi di Kerinci 

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

SURABAYA — Kopi robusta premium Indonesia kembali mencatat langkah menuju pasar Eropa. Sebuah kontainer ekspor yang mengusung program “Road to Milan” menunjukkan pengiriman kopi robusta premium Indonesia berbasis traceability blockchain menuju Naples, Italia, melalui jalur logistik Surabaya pada Agustus 2026.Informasi tersebut terlihat pada penanda yang terpasang di kontainer dalam dokumentasi pengiriman. Program ini melibatkan ALKO dan menggunakan QThink-X Traceability Apps sebagai bagian dari sistem ketertelusuran produk.Penggunaan teknologi traceability menjadi bagian penting dalam upaya membawa kopi Indonesia ke pasar global. Bukan semata-mata mengenai pengiriman komoditas dari Indonesia ke Eropa, tetapi juga bagaimana perjalanan kopi dapat ditelusuri dari sumbernya hingga menjadi produk yang diterima konsumen.Pada kontainer tersebut tercantum keterangan “Ekspor Kopi Robusta Premium Indonesia Flores Berbasis Traceability Blockchain ke Naples – Agustus 2026 via Surabaya”. Identitas ALKO dan QThink-X juga ditampilkan sebagai bagian dari ekosistem program.Dari kebun ke pasar globalPenggunaan teknologi ketertelusuran menjadi semakin relevan bagi komoditas kopi. Konsumen dan pembeli di pasar internasional tidak hanya memperhatikan rasa dan kualitas biji kopi, tetapi juga semakin memperhatikan asal produk, proses produksi, keberlanjutan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasok.Dalam konteks tersebut, blockchain traceability dapat digunakan untuk membangun rekam jejak digital yang lebih terstruktur. Informasi mengenai asal kopi, proses di tingkat petani, pengolahan, hingga rantai distribusi dapat menjadi bagian dari data yang mendukung transparansi produk.QThink-X diposisikan dalam ekosistem tersebut sebagai aplikasi ketertelusuran yang menghubungkan aktivitas di lapangan dengan informasi digital.Langkah ini juga sejalan dengan gagasan besar ALKO untuk membangun ekosistem kopi yang tidak berhenti pada perdagangan komoditas, tetapi memperkuat hubungan antara petani, koperasi, pengolah, pelaku usaha, hingga pembeli di pasar internasional.Dengan demikian, kopi tidak lagi hanya hadir sebagai komoditas yang dikirim dalam kontainer. Di belakang satu pengiriman terdapat cerita mengenai kebun, petani, proses produksi, kualitas, dan sistem yang memungkinkan perjalanan produk tersebut ditelusuri.Teknologi menjadi bagian dari nilai kopiPenggunaan QThink-X dalam pengiriman ini memperlihatkan bahwa teknologi mulai ditempatkan sebagai bagian dari nilai tambah kopi Indonesia.Ketertelusuran dapat menjadi instrumen untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin menuntut transparansi. Bagi petani dan pelaku usaha, data yang tercatat juga dapat menjadi dasar untuk membangun sistem produksi yang lebih terukur.Bagi pembeli, ketertelusuran memberikan informasi mengenai dari mana produk berasal dan bagaimana produk tersebut melewati rantai pasok.Model seperti ini menjadi penting ketika kopi Indonesia masuk ke pasar yang memiliki persyaratan dan ekspektasi tinggi terhadap kualitas serta keberlanjutan.Pengiriman melalui Surabaya menuju Naples juga memperlihatkan bahwa rantai kopi Indonesia semakin terhubung dengan pasar internasional. Dari wilayah produksi di Indonesia, kopi bergerak melalui jaringan logistik nasional sebelum memasuki pasar Eropa.Bukan sekadar eksporBagi ALKO, langkah ini dapat dibaca sebagai bagian dari perjalanan membangun ekosistem kopi berbasis data dan ketertelusuran.Pengembangan ekosistem tersebut sebelumnya juga dikaitkan dengan penguatan koperasi dan kelompok usaha petani, pengembangan agroforestri, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung transparansi rantai pasok.Karena itu, keberadaan QThink-X dalam pengiriman kopi bukan sekadar pelengkap administratif. Teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa perjalanan kopi dari hulu hingga hilir dapat terdokumentasi.Hal ini sekaligus membuka peluang bagi kopi Indonesia untuk membawa lebih banyak informasi mengenai identitas produknya ketika memasuki pasar global.Kopi robusta premium dari Flores yang diberangkatkan melalui Surabaya menjadi salah satu contoh bagaimana komoditas Indonesia dapat dipadukan dengan teknologi ketertelusuran untuk menjawab tuntutan perdagangan modern.Di tengah persaingan kopi dunia, nilai sebuah produk semakin ditentukan bukan hanya oleh apa yang ada di dalam cangkir, tetapi juga oleh cerita dan bukti di balik produk tersebut.Dari kebun, data, hingga kontainer—perjalanan kopi Indonesia menuju pasar Eropa kini membawa identitas yang semakin lengkap.

Read More  

Admin Alko | 26/08/2026

Mengabdi Tanpa Henti Untuk KerinciIbrahim Ash ShidiqHubungan InternasionalFakultas ilmu sosial dan ilmu politikUniversitas AndalasCerita Perjalanan kami selama 50 menit dari Sungai Penuh ke Desa Lolo Kecil, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci. Hamparan desa ini menjadi saksi bisu langkah awal kami dalam melaksanakan program Pengabdian Masyarakat Ikatan Mahasiswa Kerinci Universitas Andalas (IMK-UNAND) tahun 2026. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama satu minggu penuh, terhitung dari tanggal 5 hingga 11 Agustus 2026. Pemerintahan desa beserta tokoh masyarakat setempat menyambut hangat kedatangan kami dalam acara pembukaan di hari pertama. Semua anggota panitia merasa sangat bersemangat untuk memulai seluruh rangkaian agenda yang telah dipersiapkan dari jauh hari.Tantangan pertama langsung menyapa kami saat mulai mengamati keseharian masyarakat setempat. Mayoritas penduduk di desa ini, mencapai angka 80 persen, menggantungkan hidup sebagai seorang petani. Mereka terbiasa berangkat ke ladang sejak pagi buta dan baru kembali pulang saat matahari mulai condong ke barat. Kondisi ini tentu saja bikin kami memutar otak dalam menyusun jadwal kegiatan agar partisipasi warga bisa maksimal. Waktu yang paling ideal untuk mengumpulkan warga ternyata sangat singkat, yakni dari setelah waktu Ashar hingga menjelang Maghrib. Keterbatasan durasi ini justru mengajarkan kami arti efisiensi dan kelincahan strategi dalam mengeksekusi sebuah acara.Beragam program kerja kami susun sedemikian rupa untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat desa. Hari kedua kami awali dengan kegiatan gotong royong membersihkan gedung pemuda desa yang akan menjadi pusat seluruh aktivitas. Sore harinya, gedung tersebut langsung digunakan untuk menggelar dua seminar penting bagi warga setempat. Seminar pertama berfokus pada kesehatan orang tua, secara khusus membahas pentingnya makanan bergizi dan kontrol gula darah. Sesi berikutnya diisi oleh perwakilan Bank 9 Jambi yang memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan pentingnya menabung di instansi tersebut. Antusiasme warga terlihat sangat jelas meski mereka baru saja melepas lelah sepulang dari kebun.Rangkaian kegiatan edukatif berlanjut pada hari ketiga dengan menghadirkan praktisi berpengalaman dari PT ALKO Sumatra Kopi. Sesi diskusi kali ini mengambil fokus utama pada teknik perawatan tanaman kopi serta strategi hilirisasi produk lokal kebanggaan Kerinci. Pihak pemateri memaparkan secara rinci tahapan krusial pascapanen yang berpotensi besar mendongkrak nilai jual biji kopi di pasaran luas. Warga desa tampak menyimak setiap penjelasan tersebut dengan tingkat antusiasme yang sangat tinggi. Pemateri turut membagikan pandangan bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari nilai yang mampu diberikan kepada lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. PT ALKO Sumatra Kopi melalui perwakilannya menunjukkan secara langsung bahwa dunia usaha dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan lingkungan. Pengetahuan ini sukses membuka wawasan para petani Lolo Kecil tentang potensi ekonomi besar yang tersembunyi di balik kebun kopi mereka.Fokus pengabdian kami kemudian beralih pada pelestarian lingkungan di hari ke empat melalui aksi penanaman bibit pohon. Kami bersama-sama menanam 20 bibit nangka dan 20 bibit jengkol di berbagai titik sekitar desa. Langkah kecil ini kami harapkan dapat memberikan manfaat sekaligus tambahan nilai ekonomis bagi warga Lolo Kecil di masa depan.Interaksi dengan anak-anak desa menjadi warna tersendiri dalam perjalanan pengabdian ini di hari kelima. Kami mengunjungi Sekolah Dasar (SD) setempat untuk melaksanakan senam pagi bersama para siswa dan guru. Keceriaan anak-anak semakin meningkat saat kami mengadakan lomba mewarnai untuk siswa kelas 1 hingga 3. Siswa kelas 4, 5, dan 6 juga tidak kalah semangat saat lomba cerdas cermat yang kami pandu. Pengalaman berharga lainnya di lingkungan sekolah kami dapatkan saat ikut menjadi petugas upacara bendera di hari Senin. Pihak sekolah sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang turut menanamkan rasa disiplin kepada para murid.Kedekatan kami dengan warga ternyata tidak hanya melalui deretan program formal yang sudah direncanakan. Pada hari minggu dengan jadwal yang telah ditetapkan kami membuat kegiatan didikan subuh untuk anak-anak Desa Lolo kecil, Siang nya kami melakukan jejak sejarah berkunjung ke rumah depati parbo lalu mendengarkan cerita sejarah depati parbo dan Kami juga menyempatkan diri untuk mengikuti pengajian rutin bersama ibu-ibu majelis taklim di saat agenda panitia sedang kosong saat sore hari. di hari terakhir kami semua panitia membantu pihak puskesmas setempat. Kami mendampingi para tenaga kesehatan dalam melakukan pengecekan medis untuk warga dewasa dan pelayanan posyandu bagi balita. Seluruh agenda resmi ini ditutup dengan acara perpisahan pada sore harinya untuk saling menyampaikan kesan dan pesan mendalam. Panitia pengabdian mulai membersihkan tempat tinggal setelah acara selesai dan bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing.Pengabdian ini pada akhirnya tidak hanya memberikan rentetan dampak bagi desa, melainkan juga bagi internal organisasi kami. Mayoritas anggota panitia yang ikut serta adalah mahasiswa semester dua yang belum pernah merasakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini secara langsung menjadi wadah pembelajaran bagi kami untuk mempraktikkan cara bersosialisasi yang baik dengan masyarakat desa. Dinamika dan ragam masalah yang muncul selama satu minggu kami jadikan bahan evaluasi untuk diselesaikan bersama. Penyelesaian masalah secara musyawarah ini menjadi bekal mental yang berharga untuk melangkah ke depannya.

Read More  

Admin Alko | 21/08/2026

JAKARTA —19/8, Upaya memperluas akses pembiayaan bagi petani kopi di wilayah Kerinci dan Bengkulu memasuki tahap baru. Alko menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) untuk membangun kerja sama penyaluran pembiayaan dana bergulir kepada petani dalam ekosistem koperasi dan closed-loop Alko.Kerja sama tersebut menempatkan Alko sebagai mitra agregator, yang berperan menghubungkan dan mengonsolidasikan petani anggota koperasi dalam ekosistem Alko agar dapat mengakses skema pembiayaan BPDLH.Penandatanganan MoU ditandai dengan pertemuan dan penyerahan dokumen kerja sama antara perwakilan BPDLH dan Alko. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembiayaan yang lebih terstruktur bagi petani, sekaligus memperkuat praktik pertanian yang berkelanjutan.Pada tahap awal, program ditargetkan menjangkau sekitar 100 petani. Selanjutnya, cakupan program direncanakan diperluas hingga sekitar 2.000 petani anggota dalam ekosistem closed-loop Alko di wilayah Kerinci dan Bengkulu.Skema tersebut tidak hanya diarahkan pada penyaluran dana, tetapi juga akan dilengkapi dengan mekanisme mitigasi dan pemantauan berbasis teknologi. Salah satu instrumen yang disiapkan adalah pemanfaatan QThink-X untuk mendukung pengelolaan dan pemantauan program di tingkat petani.Dengan pendekatan tersebut, pembiayaan diharapkan tidak berhenti pada aspek pencairan dana. Data dan aktivitas petani dapat dipantau secara lebih terstruktur sehingga pelaksanaan program dapat berjalan sesuai tujuan dan prinsip keberlanjutan.Kerja sama ini juga memperkuat model closed-loop ecosystem yang dikembangkan Alko, yakni pendekatan yang menghubungkan petani, koperasi, pendampingan, pembiayaan, produksi, hingga akses pasar dalam satu ekosistem.Bagi petani kopi, akses terhadap pembiayaan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kapasitas usaha. Dana yang tersedia dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan produktif petani, pengembangan kebun, peningkatan kualitas produksi, maupun penguatan praktik pertanian yang memperhatikan aspek lingkungan.Kolaborasi dengan BPDLH sekaligus membuka peluang agar agenda pembiayaan petani berjalan beriringan dengan agenda perlindungan lingkungan. Dengan demikian, penguatan ekonomi petani tidak dipisahkan dari upaya menjaga ekosistem tempat kopi tersebut dibudidayakan.Alko melihat kerja sama ini sebagai langkah awal untuk membangun model pembiayaan yang lebih dekat dengan kebutuhan petani. Setelah tahap awal berjalan, cakupan penerima manfaat akan dievaluasi dan dikembangkan secara bertahap.Target 2.000 petani dalam ekosistem closed-loop Alko menjadi bagian dari visi jangka menengah untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat posisi koperasi dan kelompok usaha petani sebagai bagian penting dari rantai nilai kopi.Pemanfaatan teknologi QThink-X nantinya diharapkan dapat membantu proses mitigasi, pemantauan wilayah, serta pengelolaan data petani. Pendekatan berbasis data ini penting untuk memastikan program pembiayaan dapat dipantau secara lebih transparan dan terukur.Kerja sama Alko dan BPDLH juga menunjukkan bahwa pengembangan komoditas kopi tidak semata-mata berbicara mengenai produksi dan pasar. Di tingkat hulu, keberlanjutan usaha petani membutuhkan dukungan pembiayaan, kelembagaan, teknologi, dan tata kelola yang saling terhubung.Bagi Kerinci dan Bengkulu, langkah tersebut memiliki arti penting karena kedua wilayah merupakan bagian dari kawasan penghasil kopi yang memiliki potensi ekonomi sekaligus nilai ekologis yang besar.Melalui kemitraan ini, Alko berharap semakin banyak petani memperoleh akses terhadap pembiayaan produktif tanpa harus berjalan sendiri. Koperasi dan ekosistem closed-loop diharapkan menjadi penghubung antara kebutuhan petani dan berbagai sumber dukungan yang tersedia.Tahap awal dengan 100 petani akan menjadi pijakan untuk melihat efektivitas model tersebut sebelum diperluas kepada ribuan anggota lainnya.Pada akhirnya, kerja sama ini diarahkan untuk membangun satu ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, pembiayaan, teknologi, lingkungan, dan pasar secara lebih terintegrasi.Bukan sekadar menyalurkan dana, kolaborasi Alko dan BPDLH ini diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat fondasi ekonomi petani kopi sekaligus memastikan pertumbuhan sektor kopi tetap berjalan sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Read More  

Admin Alko | 20/08/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.