Kerinci, 17 April 2025 โ Dalam semangat memperkuat sinergi petani kopi dan mendorong tata kelola koperasi yang transparan, Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Int (Perkumpulan Petani Kopi Alam Korintji) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk periode 2023โ2024. Acara ini berlangsung pada Rabu, 17 April 2025, di Kerinci, dan menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja satu tahun terakhir sekaligus merancang program strategis menghadapi tahun 2025.
RAT ini merupakan bagian dari agenda tahunan koperasi yang bertujuan memastikan akuntabilitas dan keterlibatan aktif anggota dalam proses pengambilan keputusan. Dengan tema besar โMemantapkan Peran Koperasi dalam Meningkatkan Daya Saing dan Kesejahteraan Petani Kopi,โ RAT tahun ini mengangkat dua agenda utama: Pelaporan Tahun 2024 dan Perencanaan Program Kerja 2025.
Evaluasi Kinerja Tahun 2024
RAT diawali dengan pemaparan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas koperasi yang disampaikan oleh PJ Ketua Koperasi Puputsari Puspita, SH atas pelaksanaan program kerja, keuangan, dan kegiatan kemitraan selama tahun 2024. Ketua Koperasi, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan koperasi mempertahankan stabilitas produksi dan penjualan meskipun menghadapi tantangan global seperti fluktuasi harga kopi dunia, perubahan iklim, dan regulasi ekspor yang semakin ketat, termasuk adaptasi terhadap European Union Deforestation Regulation (EUDR).
โAlhamdulillah, berkat kerja keras para anggota, pengurus, dan dukungan mitra, koperasi kita masih mampu menjaga kualitas produksi dan memperluas pasar ekspor, khususnya ke Eropa, Jepang, dan Maroko. Tahun ini, kita berhasil mengekspor lebih dari 60% kopi specialty dan mempertahankan relasi dagang dengan buyer utama dari Amerika, Inggris, Belanda, Jepang, Dubai, dan Maroko,โ ujar Ketua Koperasi dalam laporannya.
Selain aspek penjualan, laporan juga menyoroti peningkatan partisipasi anggota saat ini mencapai 9.181 petani kopi baik arabika maupun robusta dan 3.250 petani non-kopi yang tersebar di beberapa provinsi produksi kopi di Indonesia. Dijelaskan juga bahwa titik penting keberlanjutan adalah adanya peningkatan penanaman atau perluasan lahan tanam, adanya peningkatan peserta kegiatan program pelatihan budidaya berkelanjutan, perencanaan sertifikasi organik, dan pelaksanaan traceability berbasis digital yang menjadi syarat ekspor kopi berkelanjutan serta pembuatan rekening khusus untuk seluruh anggota koperasi dalam satu bank nasional yang sedang berjalan. Disampaikan juga bahwa tingkat penggunaan aktif di aplikasi traceability blockchain kopi ALKO juga meningkat 45% menjadi 2.750 petani kopi aktif pengguna. Target di 2025, koperasi akan terus mengembangkan cabang produksi di beberapa daerah lainnya di Indonesia dan juga akan memulai mengembangkan sektor hilir dengan membuka beberapa storage produk kopi di pusat-pusat kota besar di Indonesia dan global. Dalam waktu dekat akan membuka di Jakarta berupa ALKO Sentral Storage, untuk pasar luar negeri setelah memiliki representatif storage di Osaka, London, dan Norwegia, selanjutnya akan membuka storage afiliasi di Dubai untuk intervensi pasar Timur Tengah. Pengembangan di sektor hilir dan menjadikan ALKO sebagai perusahaan menuju go publik juga akan dimulai tahun 2025.
Tim pengawas dan pembina koperasi, Bapak Suryono, juga menyampaikan hasil audit internal yang menunjukkan pengelolaan keuangan koperasi dilakukan secara tertib, transparan, dan akuntabel. Pemanfaatan hasil usaha tahun 2025 harus bisa dioptimalkan untuk segera mempercepat pembuatan rekening seluruh anggota aktif koperasi agar penyaluran SHU selanjutnya bisa diberikan langsung kepada petani secara payroll.
Penyampaian tanggapan Pembina Koperasi ALKO, Buk Risa Bhinekawati, SE, MBA, Ph.D, yang datang menghadiri RAT mengatakan program pengembangan usaha juga menunjukkan progres yang terus tumbuh dan dikenal secara global sebagai satu gerakan bisnis sosial yang keterlibatan petani cukup besar dan melakukan pemberdayaan tingkat petani serta konsisten melakukan kegiatan peduli lingkungan, penanaman pohon, pemberian beasiswa, dan pemberian asuransi kesehatan kepada petani. Pengembangan promosi Koperasi ALKO sudah tembus pasar global dan tetap memperhatikan pola ekonomi yang berbasis syariah dan berkeadilan.
Laporan tersebut diapresiasi oleh para anggota dan dinyatakan diterima secara musyawarah mufakat. Beberapa perwakilan komunitas yang ikut dalam RAT juga memberikan pandangan yang positif.
Tantangan dan Inovasi
Dalam sesi diskusi terbuka, para anggota koperasi menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari akses pupuk dan bibit unggul, penurunan produktivitas lahan tua, hingga kebutuhan penguatan kelembagaan kelompok tani dan permodalan. Salah satu petani senior dari Kayu Aro mengusulkan agar koperasi fokus pada program regenerasi kebun, pembuatan pembibitan dan peremajaan tanaman kopi dengan melibatkan anak-anak muda petani.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Koperasi menjelaskan bahwa tahun 2025 koperasi akan fokus pada tiga pilar strategis: Regenerasi Petani, Digitalisasi Rantai Pasok, dan Penguatan Rantai Nilai Lokal. โKita ingin menjadikan koperasi sebagai rumah besar inovasi petani. Program-program seperti pembibitan kopi unggul, pelatihan agronomi, hingga pelibatan generasi muda akan menjadi prioritas. Kita juga sedang menjajaki kerja sama dengan platform Qhiting Blockchain untuk pengembangan sistem traceability dan pemenuhan syarat EUDR,โ jelasnya.
Selain itu, dibahas pula pentingnya koperasi memiliki cadangan modal yang memadai untuk membeli hasil panen petani dengan harga stabil, terutama saat musim panen raya. Usulan pembentukan Dana Cadangan Koperasi dan penguatan unit usaha simpan pinjam turut mendapat sorotan dalam diskusi tersebut.
Perencanaan Program Kerja 2025
Sesi kedua RAT membahas rancangan program kerja tahun 2025. Beberapa program prioritas yang disepakati antara lain:
Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola
Pelatihan manajemen koperasi untuk pengurus dan staf lapangan.
Revisi AD/ART agar sesuai dengan perkembangan regulasi dan kebutuhan anggota.
Peningkatan partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan dan monitoring program.
Pengembangan Produk dan Diversifikasi Pasar
Penambahan varian produk kopi kemasan premium.
Penetrasi pasar lokal dan nasional melalui kolaborasi dengan UMKM dan marketplace.
Eksplorasi pasar baru di wilayah Skandinavia dan Korea Selatan.
Sertifikasi dan Sistem Ketelusuran
Peningkatan cakupan lahan bersertifikat organik.
Pelatihan budidaya dan traceability untuk seluruh anggota.
Implementasi sistem traceability berbasis Qhiting Blockchain.
Pelatihan audit internal dan pencatatan digital bagi petani.
Peremajaan Kebun dan Adaptasi Iklim
Pembagian bibit kopi unggul dan tanaman peneduh.
Pelatihan teknik budidaya adaptif terhadap perubahan iklim.
Pembangunan sistem irigasi sederhana dan pemanfaatan pupuk organik lokal.
Program Petani Muda dan Inklusi Gender
Pendirian Sekolah Lapang Petani Muda berbasis keterampilan digital.
Pelibatan kelompok perempuan dalam pengolahan pasca panen dan pemasaran.
Penyediaan akses pembiayaan mikro berbasis koperasi.
Penambahan Anggota Koperasi
Penambahan anggota aktif di provinsi produksi kopi di Indonesia dengan tetap menekankan prinsip ekosistem.
Program-program ini disusun dengan mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi standar baru dalam perdagangan kopi global.
Penutup: Koperasi sebagai Pilar Kedaulatan Petani
RAT Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Int ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan program kerja 2025 serta penyerahan simbolis dokumen laporan tahunan kepada seluruh anggota. Para peserta RAT juga mengadakan sesi foto bersama dan menikmati sajian kopi hasil produksi koperasi.
Melalui kegiatan ini, koperasi menegaskan kembali perannya sebagai pilar kedaulatan ekonomi petani, pusat inovasi lokal, dan aktor penting dalam mewujudkan keadilan dalam rantai nilai kopi.
Dengan semangat gotong royong dan visi jangka panjang, Koperasi Produsen Petani Alam Korintji INT (ALKO) bertekad menjadikan tahun 2025 sebagai tahun akselerasi kualitas, digitalisasi sistem, dan peningkatan kesejahteraan petani kopi di Kerinci