Kerinci, Jambi – Oktober 2025.
Langkah bersejarah kembali tercipta di dataran tinggi Kerinci. Koperasi Produsen Petani Alam Korintji (ALKO), yang selama ini dikenal sebagai pelopor ekspor kopi dan rempah berkelanjutan dari Sumatra, secara resmi melepas ekspor kulit manis (cinnamon) dalam bentuk Stik dan Bubuk ke Kobe, Jepang.
Yang membedakan ekspor kali ini dari pengiriman sebelumnya adalah penerapan teknologi traceability berbasis blockchain, bekerja sama dengan platform QThink-X, yang menjamin transparansi dan keaslian setiap produk hingga ke sumber kebun petani.
Pengiriman ini menjadi tonggak penting bagi petani dan pelaku koperasi di Kerinci karena menandai era baru ekspor rempah Indonesia yang lebih transparan, modern, dan berkelanjutan.
Daerah Kerinci di Provinsi Jambi sudah dikenal selama berabad-abad sebagai penghasil kayu manis terbaik di dunia. Berada di kaki Gunung Kerinci yang menjulang setinggi 3.805 meter di atas permukaan laut, tanah Kerinci merupakan jenis andisol vulkanik yang sangat subur. Kondisi tanah dan iklim inilah yang menjadikan wilayah ini sangat ideal untuk pertanian rempah seperti kayu manis, cengkih, Teh dan kopi.
Petani di Kerinci telah lama menerapkan sistem agroforestri alami sebagai Kearifan Lokal, di mana kayu manis tumbuh berdampingan dengan tanaman pangan dan kopi di bawah naungan pepohonan hutan. Pola ini bukan hanya menjaga keberlanjutan ekosistem, tetapi juga menjamin hasil bumi yang kaya aroma dan rasa alami.
Kayu manis Kerinci memiliki karakteristik khas — kulitnya tebal, aromanya kuat, dan rasanya manis lembut — yang menjadikannya favorit di pasar dunia, khususnya di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.
Sebagai koperasi yang menghimpun ratusan petani kopi dan rempah, Koperasi Alam Korintji terus memperkuat peran petani dalam rantai nilai global. Dalam beberapa tahun terakhir, Koperasi ALKO tidak hanya dikenal sebagai eksportir kopi specialty dari Kerinci, tetapi juga sebagai pelopor sistem perdagangan yang adil (fair trade) dan transparan.
Ekspor kayu manis ke Jepang kali ini menjadi bukti nyata bagaimana Koperasi ALKO bertransformasi menjadi pusat produksi rempah berstandar ekspor. Melalui kolaborasi dengan PT. Krinci Agro Cinnamon dan mitra Kelompok Usaha Petani ICN Kerinci (Indonesian Coffee Nature), untuk memastikan setiap tahap produksi – mulai dari panen, pengeringan, hingga pengepakan – memenuhi standar internasional.
"Kami ingin menunjukkan bahwa petani Kerinci mampu menghasilkan produk berkualitas dunia dengan cara yang berkelanjutan dan transparan," ujar salah satu pengurus Koperasi. "Dengan bantuan teknologi blockchain, setiap produk kami bisa ditelusuri hingga ke petaninya."
Salah satu inovasi terbesar dalam ekspor kali ini adalah penerapan QThink-X Traceability Apps, sebuah sistem berbasis blockchain yang memungkinkan setiap produk memiliki jejak digital yang tidak dapat diubah.
Melalui aplikasi ini, setiap batch kayu manis diberi kode QR unik. Ketika kode tersebut dipindai, pembeli atau konsumen di Jepang dapat melihat seluruh informasi rantai pasok — mulai dari:
Data tersebut tersimpan permanen di jaringan blockchain, menjamin transparansi, keaslian, dan keamanan data.
Sistem ini juga membantu pembeli internasional memastikan bahwa produk berasal dari lahan non-deforestasi dan diproduksi dengan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.
Menurut koordinator lapangan koperasi ALKO untuk proyek traceability, “Dengan sistem ini, kami tidak hanya menjual produk, tetapi juga kepercayaan. Pembeli di luar negeri bisa melihat langsung siapa petani di balik setiap batang kayu manis yang mereka nikmati.”
ALKO dikenal memiliki slogan “Preserves Nature and Empowers People” — menjaga alam dan memberdayakan manusia. Prinsip ini diwujudkan dalam setiap kegiatan produksi dan ekspor.
Setiap kilogram kayu manis yang diekspor adalah hasil dari kerja keras petani yang menjaga kelestarian lingkungan, menanam kembali pohon baru setelah panen, dan mempraktikkan pertanian tanpa merusak hutan.
Dalam proses pengolahan ini menggunakan metode alami: pengeringan dilakukan dengan sinar matahari, tanpa bahan kimia tambahan, untuk mempertahankan aroma dan warna alami kayu manis.
Di sisi lain, koperasi juga membuat ruang pelatihan rutin kepada petani melalui ALKO Academy, mencakup manajemen kebun, sertifikasi organik, dan penggunaan aplikasi digital untuk pencatatan hasil panen.
Dengan dukungan mitra seperti Pembeli Jepang, program ini tidak hanya memperkuat ekonomi petani, tetapi juga mendorong Kerinci menjadi sentra rempah berkelanjutan yang diakui dunia.
Proyek ekspor ini melibatkan banyak pihak:
Dampak sosial dari program ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan petani karena mereka kini dapat menembus pasar ekspor dengan harga yang lebih adil. Selain itu, sistem traceability memastikan fair recognition bagi setiap petani — nama mereka tercatat dan diakui secara global.
Sebagian keuntungan dari ekspor juga dikembalikan kepada masyarakat melalui program Petani Peduli Kerinci Bersih, yaitu kegiatan bersih gunung tukar 1kg sampah gunung dengan 1pcs kopi, penghijauan, dan edukasi lingkungan yang rutin dilakukan bersama sekolah dan komunitas lokal dan di suport oleh mitra pembeli dan Lembaga dari Jepang.
Langkah Koperasi ALKO mengekspor kulit manis dengan sistem traceability digital ini menjadi contoh nyata transformasi digital pertanian Indonesia.
Sistem serupa ke depan akan diterapkan pula untuk produk kopi, cengkih, Teh dan pala dari Kerinci, sehingga seluruh komoditas dapat terhubung dalam satu ekosistem digital berstandar global.
Dengan dukungan platform QThink-X, ALKO berkomitmen mendukung regulasi internasional seperti EUDR (European Union Deforestation Regulation) dan kebijakan ketelusuran produk pangan global.
Hal ini akan memastikan bahwa rempah Indonesia tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena integritas dan tanggung jawab sosialnya.
Ekspor ini bukan akhir, tetapi awal dari gerakan besar. Melalui kampanye global bertajuk “Anything from Kerinci is an Export Quality Product”, ALKO ingin mengajak seluruh pihak — pemerintah, koperasi, dan masyarakat — untuk bersama-sama mempromosikan produk pertanian Kerinci ke dunia.
"Kami ingin setiap produk yang keluar dari Kerinci — baik kopi, kayu manis, maupun hasil bumi lainnya — diakui sebagai produk berkualitas ekspor yang membawa nama baik Indonesia dan ini sebagai satu branding produk Kerinci" ujar perwakilan ALKO.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi teknologi, Kerinci kembali menegaskan posisinya sebagai “Land of Spices and Sustainability” — tanah rempah yang menjaga harmoni antara manusia dan alam.
Koperasi Produsen Petani Alam Korintji (ALKO) adalah koperasi berbasis petani di Kabupaten Kerinci, Jambi, yang berfokus pada pengembangan produk kopi dan rempah berkelanjutan. ALKO aktif mengekspor kopi specialty dan kayu manis ke berbagai negara, menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) serta sistem blockchain traceability untuk menjamin transparansi rantai pasok.
Kontak Media:
ALKO Sumatra Kopi
📞 +62 813 1234 5003
🌐 www.alko.id
📍 Kerinci, Jambi, Indonesia