Surabaya / Genoa โ PT ALKO Sumatra Kopi kembali melakukan pengiriman kopi robusta premium asal Flores ke Italia sebagai bagian dari penguatan pasar ekspor kopi Indonesia di Eropa. Sebanyak dua kontainer kopi diberangkatkan melalui Surabaya menuju Pelabuhan Genoa, Italia, dengan sistem perdagangan berbasis traceability blockchain.
Pengiriman tersebut menjadi bagian dari kerja sama berkelanjutan antara ALKO dan perusahaan importir asal Italia, Best Coffee SRL, yang terus meningkatkan permintaan kopi Indonesia berbasis origin dan sustainability.
Di tengah perubahan standar perdagangan global, ekspor kali ini tidak hanya menonjolkan kualitas kopi, tetapi juga penerapan sistem keterlacakan digital melalui platform QThink-X. Sistem tersebut memungkinkan seluruh rantai pasok kopi dapat dipantau mulai dari petani, lokasi kebun, proses pengolahan, hingga distribusi ekspor.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa yang kini semakin ketat terhadap aspek transparansi dan keberlanjutan produk pertanian, terutama sejak diberlakukannya regulasi EUDR (European Union Deforestation Regulation).
Kopi yang dikirim berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur, salah satu wilayah penghasil robusta premium Indonesia yang mulai mendapat perhatian pasar specialty dunia. Kopi Flores dikenal memiliki karakter rasa kuat dengan body tebal, earthy, spicy, dan sentuhan dark chocolate yang khas.
Dalam beberapa tahun terakhir, buyer di Italia mulai mencari kopi dengan identitas origin yang jelas serta memiliki sistem traceability yang kuat. Hal ini menjadikan kopi berbasis data dan keberlanjutan memiliki nilai tambah lebih tinggi dibanding perdagangan kopi konvensional.
ALKO melihat Italia sebagai salah satu pasar strategis karena negara tersebut merupakan pusat budaya espresso dan industri roasting di Eropa. Selain untuk kebutuhan domestik, banyak roastery di Italia juga menjadi pemasok produk kopi untuk pasar Eropa lainnya.
Pengiriman dua kontainer ini sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap kopi Indonesia berbasis traceability. ALKO menilai bahwa masa depan perdagangan kopi tidak lagi hanya ditentukan oleh volume produksi, tetapi juga kemampuan menghadirkan kualitas yang konsisten dan transparansi rantai pasok.
Selain memperkuat ekspor, model perdagangan seperti ini juga memberikan dampak langsung kepada petani di daerah asal produksi. Dengan adanya sistem perdagangan yang lebih terbuka dan terintegrasi, petani memiliki peluang memperoleh harga yang lebih stabil dan akses pasar yang lebih luas.
ALKO menyebut bahwa pengembangan pasar Eropa akan terus diperluas melalui penguatan origin kopi Indonesia, termasuk Flores, Kerinci, Gayo, Mandailing, dan Java. Seluruh pengembangan tersebut diarahkan menuju sistem perdagangan kopi modern berbasis teknologi, sustainability, dan keterlacakan produk.
Pengiriman kopi Flores ke Italia ini menjadi simbol transformasi baru industri kopi nasional. Indonesia tidak lagi hanya dikenal sebagai produsen kopi mentah, tetapi mulai tampil sebagai pemasok kopi premium dengan identitas origin yang kuat dan sistem perdagangan yang mampu memenuhi standar global.