Kerinci, 20 Agustus 2024 — Pelatihan pengelolaan sampah bertema "Meningkatkan Kapasitas Komunitas dalam Pengelolaan Sampah" diadakan di Tempat Pengolahan Sampah Subur Mulyo, Desa Giri Mulyo, Kerinci. Acara ini melibatkan berbagai pihak yang peduli lingkungan, termasuk perwakilan komunitas lokal, ibu-ibu PKK, serta sponsor seperti ALKO, BRI, Royal, Saka Jepang, dan Bank Resona. Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), yang berkontribusi dalam pembangunan mesin pengolahan sampah organik dan anorganik.


Pelatihan bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah yang efektif dan meningkatkan kapasitas komunitas dalam menjalankan program pengelolaan sampah di wilayah mereka. Peserta mendapatkan informasi dari perwakilan Jepang tentang metode pengelolaan sampah yang sukses di negara tersebut.
Pak Eko, pengelola Tempat Pengolahan Sampah Subur Mulyo bersama rekan-rekannya, serta perwakilan PKK Desa Giri Mulyo dan PKK Desa Bedeng 2, berpartisipasi dalam acara ini. PKK Desa Bedeng 2 dikenal dengan pengolahan sampah anorganik menjadi kerajinan tangan yang telah dipasarkan hingga luar negeri.
Acara ini diselenggarakan dengan format diskusi interaktif dan praktek langsung, dimana peserta mempelajari proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk dan pemisahan sampah menggunakan mesin. Peserta berharap adanya pelatihan lanjutan mengenai inovasi pengelolaan sampah plastik, mengingat sebagian besar sampah plastik di desa mereka masih dibakar.
Pelatihan diakhiri dengan makan siang bersama dan kunjungan ke tempat pengolahan sampah organik di Desa Barang Sangir. Kegiatan ini dinilai sangat sinergis dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta penggiat lingkungan, dengan meningkatkan kesadaran dan kapasitas mereka dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan di Kerinci.