Kerinci, 7 Juni 2025 — Sebanyak 19,2 ton kopi Arabika specialty jenis wet-hulled Grade 1 resmi diekspor ke California, Amerika Serikat, menandai tonggak penting dalam sejarah kopi Kerinci. Tak hanya soal kualitas, ekspor ini menjadi istimewa karena mengedepankan nilai keberlanjutan, transparansi, dan pemberdayaan perempuan dalam rantai pasok.
Kopi yang dikirim oleh Koperasi ALKO Sumatra Kopi ini diproses dan dilacak melalui sistem traceability berbasis teknologi blockchain dari QThing-X Traceability Apps, dengan dukungan teknis dari SABANI Coffee. Ekspor ini juga merupakan hasil kemitraan jangka panjang dengan Royal Coffee di Amerika Serikat.
Yang membedakan ekspor ini dari sebelumnya adalah peran penting perempuan dalam seluruh proses — dari budidaya, pemetikan, hingga pasca-panen. Banyak dari anggota koperasi merupakan petani perempuan yang telah mendapatkan pelatihan tentang praktik pertanian ramah lingkungan, pengelolaan keuangan, hingga teknologi traceability.
“Selama ini perempuan sering kali tidak terlihat dalam rantai pasok kopi, padahal mereka bekerja dari pagi sampai sore di kebun dan stasiun pengolahan. Dengan sistem baru ini, nama mereka tercatat, hasil kerja mereka diakui dunia,” ungkap seorang petani perempuan dari Desa Giri Mulyo, Kerinci.
Langkah ini sejalan dengan komitmen ALKO dan mitra ekspor untuk mendorong kesetaraan gender di sektor pertanian, memastikan bahwa perempuan tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga pengambil keputusan dan penerima manfaat ekonomi secara langsung.
Ekspor berbasis traceability ini tidak hanya membuka pasar baru untuk kopi Kerinci, tetapi juga mengangkat kisah dan kontribusi para perempuan di balik secangkir kopi specialty yang dinikmati konsumen dunia.