Limapuluh Kota, 10 Juni 2025 — PT ALKO Sumatra International melakukan silaturahmi strategis dengan Bupati Limapuluh Kota, H. Safni, untuk membahas pengembangan kawasan kopi arabika dan robusta di wilayah Limapuluh Kota. Pertemuan ini menjadi tonggak awal kolaborasi multipihak dalam mengangkat potensi kopi lokal ke pasar ekspor.
Hadir dalam pertemuan ini CEO ALKO, Suryono; Direktur IT dan Hubungan Internasional ALKO, Pebriyansah; serta Prof. Dr. Rince Alfi Fadri, Guru Besar Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang juga merupakan Advisor ALKO.
Dalam kesempatan tersebut, ALKO menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra offtaker bagi kopi arabika dan robusta dari Limapuluh Kota, sekaligus mengembangkan kawasan kopi berkelanjutan yang berbasis pada pemberdayaan petani dan peningkatan kualitas produk.
Pebriyansah menyampaikan pentingnya langkah awal berupa pemetaan potensi dan penetapan kawasan kopi unggulan.
“Kami mendorong adanya pemetaan yang komprehensif serta penetapan kawasan potensial untuk kopi arabika dan robusta di Kabupaten Limapuluh Kota, sebagai dasar bagi pengembangan yang terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Rince Alfi Fadri menegaskan dukungannya terhadap tata kelola riset dan pengembangan kawasan.
“Kami mendukung penuh tata kelola riset dan industri potensi kopi, serta pengembangan kawasan kopi di Kabupaten Limapuluh Kota. Ke depan, ALKO akan memulai ekspor produk kopi robusta dari daerah ini,” ungkapnya.
CEO ALKO, Suryono, menambahkan bahwa kerja sama ini adalah bagian dari visi besar untuk menjadikan Sumatera Barat sebagai salah satu sentra kopi berkualitas di Indonesia.
“Kami melihat Limapuluh Kota memiliki potensi besar, dan kami siap berkolaborasi secara konkret dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan,” ujarnya.
Bupati H. Safni menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah. Ia menyebut kolaborasi ini sejalan dengan arah pembangunan pertanian berbasis komoditas unggulan di Limapuluh